Pengertian dan Contoh drama
Drama merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan.Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton.Drama memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan aksi.Kualitas tersebut dapat dilihat dari bagaimana sebuah konflik atau masalah dapat disajikan secara utuh dan dalam pada sebuah pementasan drama.
Pengertian
Istilah untuk drama pada masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan istilah tonil. Tonil kemudian berkembang diganti dengan istilah sandiwara oleh P.K.G Mangkunegara VII. Sandiwara berasal dari kata dalam bahasa Jawa sandi dan wara. Sandi artinya rahasia, sedangkan wara (warah) artinya pengajaran. Maka istilah sandiwara mengandung makna pengajaran yang dilakukan dengan perlambang.Sementaran itu, pengertian drama modern dan tradisional harus dibedakan. Dalam drama modern, aktivitas drama menggunakan naskah dialog, sedangkan drama tradisional menggunakan improvisasi dalam dialognya.
Dari penjelasan diatas
Berikut beberapa drama singkat :
Dari penjelasan diatas
Berikut beberapa drama singkat :
- Drama 1
Andika : Preman 1
Arief :
Preman 2
Vikko : Pelayan Kafe
Igo : Murid sekolah
Ryan : Murid sekolah
Drama Cerita Pulang Sekolah
Setelah bel pulang sekolah
berbunyi, Ryan dan Igo pulang bersama, karena cuaca terik mereka merasa lapar
dan haus, dan igo pun mengajak Ryan untuk pergi makan ke kafe level pedas.
Igo : "Yan, daritadi aku
ngerasa lapar belum makan, di depan ada kafe baru buka kemarin, mampir kesana
yuk!"
Ryan : "Iya, aku dari ngerasain
lapar juga, yaudah yu mampir."
Igo dan Ryan pun masuk ke level
pedas tersebut, setelah masuk mereka memesan makanan kepada pelayan kafe.
Pelayan : "Mau pesan apa mas?"
Igo : "Saya mau pesan mie goreng
level 1 saja mas."
Ryan : "Wah bayi kamu Go, masak
pesanya cuman level 1? saya pesan mie goreng level 10 mas cabainya banyakin ya
mas."
Igo : "Yaudah aku ganti menu,
mie goreng level 10 cabainya banyakin, tapi jangan terlalu banyak. Kalo bisa
gak pakai cabai."
Pelayan : "Iya mas, minumnya apa?
Ryan & Igo : "Ini...!" (Mengeluarkan aqua yang
mereka bawa)
Pelayan : "Dasar duo pelit."
Ryan : "Udah mas itu aja, gak pakai
lama ya mas."
Pesanan yang dipesan oleh Igo dan
Ryan tak kunjung datang, 30 menit kemudian
makanan mereka baru tiba.
Pelayan : "Ini mas makanannya, silakan di
nikmati dan ini tagihanya."
Igo : "Kok lama banget sih mas,
masaknya di Arab ya?"
Pelayan : "Maaf mas kokinya tadi masak
sambil move on."
Ryan : "Ada - ada saja mas."
Igo : "Udah mas kita gak jadi
makan, ini kita bayar saja."
Igo membayar tagihan dan kemudian
mereka berdua pergi meninggalkan kafe. Disaat perjalanan pulang, mereka berdua
dicegat oleh 2 preman gagah, garang, dan ganas.
Andika : "Hei kalian berdua
berhenti!"
Ryan : "Siapa lu?"
Andika : "Jadi kalian gak tau siapa
kita?"
Ryan : "Emang kalian siapa?"
Arief : "Kita preman paling ganas di
komplek ini, dan kita sering di panggil..."
Arief : "DUO SRIGALA" (Sambil
mengoyangkan dada mereka)
& Andika
Igo : "Kalian mau apa?"
Arief : "Kita mau nyari batu akik!
Ya minta duit lah."
Igo : "Gak ada uang tunai,
terima kartu kredit gak?"
Andika : "Wahh, kalo kartu kredit kita
gak punya alat geseknya."
Ryan : "Yaudah berarti belum di
Ridhoi Allah buat malak."
Andika : "Alah jangan banyak alasan,
kasih apa saja yang kalian punya!"
Igo : "Nih Snickers, lu resek
kalo lagi laper."
Andika : "Makanan apa ini?" (Sambil
memakannya)
Igo : "Mendingan?"
Andika : "Mendingan bro, makasih
ya."
Ryan : "Yaudah yuk Go kita
pulang."
Akhirnya, Igo dan Ryan bisa
pulang sampai rumah dengan aman dan selamat santausa.
- Drama 2
Terdapat suatu negeri yang terdiri
dari 10% oksigen dan 80 % sampah, juga 10% bahan lainnya, negeri itu dikenal
dengan sebutan negeri sampah. Sampah mendonimasi sebagian besar negeri itu,
jalan terhias sampah, bukit dari sampah, dan minuman dari air. Karena keadaanya
yang sangat amat teramat mengenaskan, alhasil banyak orang yang menganggur
disana. Pada suatu ketika, terdapat 2 ekor preman yang bernama Jeremy dan Joko
yang sedang dilanda masalah. Apa masalahnya dan apa yang akan mereka lakukan?
Kita langsung saja ke KTP!
Jeremy : “Jok, udah 1 minggu kita
ga dapet penghasilan nih,”
Joko :”Kita nyari kerjaan sampingan gimana?”
Jeremy :”Boleh juga tuh. Apaan
kerja sampinganya?”
Joko :”Kita udahan dulu jadi preman, kita cari
pekerjaan yang lebih mulia, yang lebih barokah, yang bisa ngebahagiain orang
tua, kita jadi tukang palak aja gimana?”
Jeremy :”Ya, sama aja,”
Joko :”Jadi pencuri,”
Jeremy :”Sama aja,”
Joko :”Jadi penculik?”
Jeremy :”Nah, itu baru pekerjaan
laki sejati,”
Joko :”Oke. Korban pertama, lu yang cari,”
Jeremy :”Sip. Bisa diatur, nomi
piro,”
Joko :”Kan nanti kita dapet duit,”
Jeremy :”Okeh,” (pergi)
Setelah 1 jam 42 menit 1,867 detik.
Akhirnya Jeremy datang kembali.
Joko :”Lho, kok datang sendiri?”
Jeremy :”Gue gagal, hampir aja
digebukin,”
Joko :”Kenapa bisa gagal?”
Jeremy :”Tdi gue udah
ngebidiknih. Wah kayaknya ini anak orang kayaknih, tapi dia sama bapaknya, jadi
gue tunggu sampai bapaknya pergi’kan. Gue udah nunggu lamaaaa banget. Akhirnya
gue samperin tuh bapak-bapak. Terus gue bilang ‘Pak, boleh ga minggir sebentar,
saya mau colik anak bapak’ gue udah bilang baik-baik malah mau dipukul!”
Joko :”Ya, iyalah. Lu jangan bilang mau nyulik
dong,”
Jeremy :”Ya mending gue terus
teranglah, daripada gue pura-pura jadi orang baik kayak orang digedung-gedung gede
itu,”
Joko :”Tapi kenapa ga langsung culik aja,
langsung bet culik, udah selesai,”
Jeremy :”Tadi gue udah kayak
gitu, eh malah bapaknya yang keambil,”
Joko :”Ada-ada aja, udah pergi cari mangsa
lagi,”
Jeremy :”Oke,”
Beberapa detik kemudian datanglah
orang lewat, setelah itu barulah Jeremy datang dengan seorang perempuan yang
dibilang cantik ga, dibilang jelek iya *plak. Maksudnya cantik banget.
Jeremy :”Ini bro,”
Joko :”Bagus. Siapa namanya?”
Susanti :”Susanti om,”
Jeremy :”Jangan panggil om,
panggil aja mba, maksudnya mas,”
Joko :"Kamu anak orang kayak’kan?”
Susanti :”Lho kok tahu?”
Joko :”Keliatan dari lantainya. Nomor-nomor,”
Susanti :”Nomor apa?”
Joko :”Nomor sepatu, ya nomor telepone bapak
kamu’lah. Jer, jer, siap-siap nelpon”
Jeremy :”Oke,” (ngambil hp)
Susanti :”08123456789,”
Jeremy :”Wih, nomornya nomor
ganteng. Oke,” (menempelkan hp di telinga)
Jeremy :”Halo assalammu’alaikum.
Passwordnya?”
Joko :”Ga pake password otak udang rebus. Sini
sama gue,” (ngambil hp)
Joko :”Ini cara makenya gimana, ya?”
Jeremy :”Tinggal ngomong aja
otak-otak,”
Joko :”Halo! Benar ini dengan bapaknya Susanti?
Bapak sehat pa? Jadi gini pak, kebetulan anak bapak kami sandra, dan kami minta
tebusannya. Tebusanya ga besar, Cuma 500 juta aja kok pa,”
Jeremy :”Kegedean” (mukul
punggung Joko)
Jeremy :”Nanti makenya gimana?”
Joko :”Jadi berapanih?”
Jeremy :”Gue juga ga tahu. Kita
tanya harga pasarannya aja gimana?”
Joko :”Boleh juga tuh, harga pasarannya berapa
neng?”
Susanti :”Kok nanya ke saya,
tanya ke yang lain dong,”
Jeremy :”Pak pak pak. Sini
sebentar pak,” (manggil satpam)
Satpam :”Ada apa mas?”
Jeremy :”Harga pasaran penculikan
berapa ya pak? 500 juta dapet ga pak?”
Satpam :”Nah ininih! ini
bahayanih, ini ga benernih, lu itu jangan sembarangan ngasih harga, jangan
sampai menjatuhkan harga pasar. Lo pikirin, lu kesini pake duit, makan pake
duit, nelpon pake duit, belom lagi keluarga lu dirumah ngurusnya pake duit,
sekarang ini harga-harga semuanya naik, keculi penghasilan rakyat. Coba sebutin
tadi harganya berapa?”
Joko :”500 juta,”
Satpam :”Beeeuuh. Gocap aja
cukup. Lu pikirin, kalo lo ketangkep terus digebukin nambah lagi biaya rumah
sakit. Orang-orang di gedung itu kerjanya cuma nanda tangan sama tidur aja
gajinya gede,”
Joko :”Okelah. Makasih pak,”
Satpam :”Semoga sukses, ya,”
(salaman) (pergi)
Joko :”Jadi harganya gocap pak,”
Susanti :”Yaelah, masa harga gue
gocap, naikin dikit dong,”
Joko :”Ini udah harga mati,”
Susanti :”200 juta aja gimana,”
Jeremy :’Boleh juga’tuh,”
Joko :”Terus buat apa kita nanya ke orang tadi?
Tapi ga papalah. 200 jutanih, dil ya pak? Oke,”
Jeremy :”Gimana?”
Joko :”Tinggal nunggu hasil,”
Jeremy :”Tapi, itu orang punya
duit sampe 200 juta ga yah? Ntar dia minjem dulu, terus jadi lama kita
nunggunya,”
Joko :”Bener juga’sih, tapi udah terlanjut,
jadi gapapalah,”
Setelah 1,57 detik menunggu,
akhirnya ayah Susanti pun datang dengan sejumlah uang.
Bapak :”Nih!” (ngasih uang”
Joko :”Eits! Bentar dulu pak, bapak dapet uang
ini dari mana? Masa cepet banget dapet uangnya. Jangan-jangan bapak koruptor
ya. Jangan-jangan ini uang haramnih, maaf pak, uang haram kami ga nerima,”
Bapak :”Enak aja uang haram! saya dapat uang ini
dari sampah!”
Jeremy :”Lho, kok bisa?”
Bapak :”Ya saya daur ulang sampah, lalu jual, dapet
uang deh,”
Jeremy :”Kalo sampah masyarakat
bisa didaur ulang pak?”
Bapak :”Bisa dong,”
Jeremy :”Kalau wajah saja?”
Bapak :”Itu sudah permanen, ga bisa diubah,”
Joko :”Berarti beloh dong kami kerja di tempat
bapak?”
Bapak :”Kalian jadi preman gara-gara ga ada
lapangan kerjakan? Kalo gitu mulai sekarang kalian kerja sama saya,”
Joko :”Siap pak,”
Akhirnya Jeremy dan Joko bekerja
dengan bapak Susanti. Sampah menjadi berkurang, begitu juga dengan sampah
masyarakat.
- TAMAT -
- Drama 3
Tema: Keberanian
Tokoh:
Bodi ( Berani )
Ali( Sok jago, sombong)
Ani (baik, tidak meremehkan orang
lain)
dokter(bertangan dingin, sabar)
Satpam(tegas)
BABAK 1 INT-SEKOLAH PAGI
Ditengah kesibukan dan
hiruk-pikuk sebuah kota, terdapat sebuah sekolah. Terlihat bahwa sekolah
tersebut adalah sekolah yang biasa-biasa saja, tidak terlalu besar, namun tidak
terlalu kecil. Bel pulang berbunyi, para siswa keluar dari pintu masuk, mereka
semua sedang berbincaang-bincang dengan teman-teman mereka. Kecuali Bodi,
seorang anak bertubuh sangat tambun, ia berjalan sendirian.
ADEGAN 1
Bodi: (sedih, kesal) Aaaaaah!
Kesel, di sekolah yang baru ini temennya ga ada yang enak, malahan mereka semua
menghina-hina penampilan fisikku ini. Apes, kenapa bapakku pindah kesini sih?
Padahal di sekolah yang dulu udah enak bangeeeeeeet.
Ali: (angkuh, sok jago) Hey
gendut! gak punya temen ye? Hahahahahahahaha, kesian deh, hahaahahahahahaha
Bodi: (marah) Hey kurus! gausah
menghina dong...
Ali: (ikut marah) Mau ribut ya?
Kurang ajar!
Ani : (cemas, datang menyela
pembicaraan) Sudah-sudah jangan bertengkar
Ali: (Angkuh, marah) Rupanya
sekarang sudah punya teman ya? Ketemu lagi besok....gendut
Ali: (pergi meninggalkan Ani dan
Bodi)
Ani : (sabar, mencoba menghibur)
Sabar ya Bo, dia memang suka begitu.
Bodi : (senang, menggaruk kepala)
Haha iya, ngomong-ngomong namamu siapa?
Ani : (senang) Namaku Ani, masak kamu tidak mengenalku? kitakan satu kelas,
tadi aku dibelakngmu.
Bodi : (terkejut) Ah masa itu
kamu? Bukan kali kok beda banget sih sama yang tadi.
Ani: (gembira) iya doooong,
hehehehehehe
Bodi: (ikut tertawa)
Haahhahahahahaaa
Bodi : (berbicara serius) Oh iya,
eku mau ke dokter dulu ya, dadah!
Ani : (senyum) dadah juga !
BABAK 2 INT-PRAKTEK DOKTER PAGI
Bodi sampai di tempat dokter Ryan
seorang spesialis penyakit dalam. ia memasuki ruang tunggu, didalamnya terdapat
3 sofa coklat mengelilingi meja kaca setinggi lutut, selain itu juga ada meja
resepsionis di dekat pintu masuk.
ADEGAN 1
Bodi : (agak bingung) Selamat
siang, boleh tanya Bu, apakah saya boleh
bertemu
dokter Ryan sekarang?
Resepsionis: Nomor antrian berapa
dek?
Bodi : 122
Resepsionis: Iya boleh, Dokter
Ryan sudah menunggu
Bodi : (senyum) Terimakasih bu
Bodi : (cemas) Selamat siang dok,
bagaimana hasil tes saya?
dr. Ryan: (cemas) Berdasarkan tes
yang sudah kami lakukan minggu lalu, sepertinya anda mengalami Diabetes Mellitus tipe 1.
Bodi : (cemas, takut) Maksudnya
apa dok?
dr. Ryan: (melihat Bodi dengan
seksama) Diabetes mellitus tipe 1 bila dijelaskan secara singkat berarti anda
harus menyuntikkan insulin 3 kali sehari untuk menurunkan tingkat glukosa di
dalam darah. Saya benar-benar menganjurkan anda untuk memulai gaya hidup sehat.
Bodi: (sedih) Terimakasih dok.
dr. Ryan: Sama-sama
Bodi: (keluar ruangan dengan
langkah berat keluar dari klinik, sangat cemas,diam) Aduuh gimana nih?
BABAK 3 INT- KELAS PAGI
Keesokan harinya Bodi berangkat
kesekolah dengan lesu. Ani sudah menunggu Bodi di kelas.
ADEGAN 1
Ani: (senyum, ceria) Hai Bodi
Bodi : (Lesu) Hai Ani, dokter
mengatakan bahwa aku mendapat diabetes mellitus tipe 2, aku sudah tidak
bersemangat hidup sekarang.
Ani: (cemas, mencoba melegakan)
Sudah tidak apa-apa Bodi, kau masih dapat hidup dengan baik
Guru: (memasuki ruangan dengan
gagah sambil membawa banyak kertas) Anak-anak, bapak datang kesini hanya ingin
memgumumkan sebuah lomba menari hip-hop regional. Ada yang mau ikut?
Bodi: Saya!
Seluruh kelas: (melihat ke Bodi)
Guru: Ada lagi yang mau ikut?
Tidak ada? Berarti dari kelas ini hanya Bodi yang ikut.
Guru: (meninggalkan ruang)
Selamat tinggal, Assalamualaikum
Seluruh kelas: Walaikum salam
Ani: (penasaran)Yakin kamu mau
ikut?
Bodi: (optimis) Yakin dong, aku
kan sebenernya jago nari. hehehehehe
BABAK 4 INT-KANTIN SIANG
Pada jam istirahat, Bodi tidak
makan, ia hanya duduk di kantin dan merenungi nasibnya. Tiba-tiba Ali datang
ADEGAN 1
Ali: (sok jago) Hey gendut!
kudengar kau ikut kau ikut lomba menari hip-hop ya? hahahahah betapa bodohnya
kamu ini, mana mungkin kamu menang! hahahahahaahaaha.
Bodi: Jangan begitu Ali, jangan
meremehkan oang lain! Belum tentu kamu menang...
Ali: (sangat sombong) Hah! Mana
mungkin aku kalah! Aku kan pemimpin grup tari hip-hop sekolah! Sedangkan kamu?
Hanya kantong lemak yang hidup! Hahahahahaha. Bagaimana kalu kita lihat nanti
Bodi: (kesal,diam) Aku yakin akan
mengalahkanmu, Ali!
BABAK 5 EXT-GANG MALAM
Pada hari perlombaan semua Bodi
datang dan mengikuti lomba. Singkat cerita, ia berhasil memenagkan lomba dan
mengalahkan Ali di babak final. Akan tetapi, Ali tidak terima dikalahkan oleh
orang yang selalu ia hina selama ini
ADEGAN 1
Ali: (mengamuk, sok jago) Hey
Bodi! Aku tunggu kamu di belang gedung ini sekarang juga! Bila kau tak datang,
kau benar-benar seorang pecundang! Bagaimana?
Bodi: (sedikit cemas) Ya, aku
akan datang
Bodi dan Ali bertemu di belakang
gedung tempat lomba. Ali sudah menunggu dengan penuh gaya. Bodi datang dengan
sedikit kebingungan.
Ali: (sok jago, strectching)
Sudah siapkah kamu?
Bodi: (bingung) Siap apa?
Ali: (menyerang Bodi)
AAAAAAAAAAAAH!
Bodi: (terkena hantaman Ali) UGH!
Ali: (memojokkan Bodi ke dinding,
memukul Bodi berkali-kali) Masih berani menantangku hah?
Ali: (menarik Bodi dan
mendorongnya ke dinding di sisi lain)
Bodi: (menabrak dinding dan
memantul)
Ali: (tertiban Bodi)
AAAAAAAAAAGH! Kakiku patah
Bodi: (Kesakitan) UUUUUUH
Tiba tiba datang seorang Satpam,
ia mengenakan seragam lengkap dan berjalan gagah
ADEGAN 2
Satpam: (tegas) Sedang apa kalian
di sini?
Ali: (terengah-engah) Pak orang
gila ini menyerangku dan mematahkan kakiku!
Satpam: (Tegas) Kalian berdua
pergi dari sini sekarang!
Satpam: (Memperhatikan Bodi, bingung) Lho kamu bukannya anak yang menang
lomba ya?
Bodi: (kesakitan) I..Iya pak, dia
Ali mengajakku bertemu di sini, lalu dia menyerangku
Satpam: (tegas) Ck ck ck, kalian
berdua akan saya bawa ke guru pendamping kalian.
Komentar
Posting Komentar